Hukum Wig (Rambut Palsu)

 Wig adalah rambut palsu

Asy-Syaikh Al Utsaimin ditanya tentang hal ini, maka beliau menjawab : Rambut palsu itu haram dan termasuk dalam hukum menyambung rambut walaupun tidak berupa sambungan, maka rambut palsu ini membuat rambut wanita tampak lebih panjang dari yang sebenarnya. Dan hal ini serupa dengan menyambung rambut. Dan Rosululloh melaknat wanita-wanita yang menyambung rambut dan wanita-wanita yang minta disambung rambutnya. Akan tetapi jika pada asalnya wanita itu tidak memiliki rambut atau mengalami kebotakan maka tidak mengapa penggunaan rambut palsu tersebut untuk menutupi aibnya, karena menghilangkan aib itu diperbolehkan. Oleh karena itu Rosululloh memperbolehkan bagi orang yang terpotong hidungnya disalah satu peperangan untuk membuat hidung dari emas.

(FATAWA ZIINAH WA TAJMIL AN-NISA ABI ANAS Hal.23)

Ditanyakan kepada Asy-Syaikh Al Utsaimin –Hafidzohulloh-bahwa di Amerika berhasil dilakukan penanaman rambut bagi orang-orang yang mengalami kebotakan,dan hal itu dilakukan dengan mengambil rambut bagian belakang kepala kemudian ditanam dibagian yang mengalami kebotakan,apakah hal ini diperbolehkan ? Maka beliau menjawab :

Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Hukum, Muslimah, Renungan & Nasehat | Tag , | Meninggalkan komentar

Bercanda Ada Etikanya

Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc.

Bercanda atau bersenda gurau adalah salah satu bumbu dalam pergaulan di tengah-tengah masyarakat. Ia terkadang diperlukan untuk menghilangkan kejenuhan dan menciptakan keakraban, namun tentunya bila disajikan dengan bagus sesuai porsinya dan melihat kondisi yang ada. Sebab, setiap tempat dan suasana memang ada bahasa yang tepat untuk diutarakan. Khalil bin Ahmad berkata, “Manusia dalam penjara (terkekang) apabila tidak saling bercanda.” Pada suatu hari, al-Imam asy-Sya’bi rahimahullah bercanda, maka ada orang yang menegurnya dengan mengatakan, “Wahai Abu ‘Amr (kuniah al-Imam asy-Sya’bi, -red.), apakah kamu bercanda?” Beliau menjawab, “Seandainya tidak seperti ini, kita akan mati karena bersedih.” (al-Adab asy-Syar’iyah, 2/214) Namun, jika sendau gurau ini Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renungan & Nasehat | Tag , | Meninggalkan komentar

Makna Syukur Dalam Al-Qur’an

Banyak manusia stress dalam kegelisahan karena tidak mampu menikmati apa yang diberikan Allah kepadanya. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pemahaman kita terhadap makna syukur atas nikmat Allah. Karena mestinya dia yakin bahwa apa yang diberikan Allah kepadanya adalah yang terbaik untuk dirinya, sehingga dia bersyukur.

Rasul saw pernah bersabda bahwa orang yang paling bersyukur ialah manusia yang paling qanaah (menerima pemberian Allah) dalam kehidupannya, sedang manusia yang paling kufur adalah manusia yang Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Meninggalkan komentar

Hukum Kopi Luwak

Bagaimana hukum meminum kopi luwak ?
Kopi Luwak adalah kopi yang diproduksi dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan binatang bernama luwak. Dan luwak adalah sejenis musang, karenanya biasa dikatakan musang luwak. Dia senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi_luwak)
Berdasarkan keterangan di atas maka kopi luwak hukumnya dikembalikan kepada apakah musang itu halal dimakan ataukah tidak? Dan apakah kotorannya suci ataukah najis?
Adapun dalam hal halal atau haramnya, maka musang adalah Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Hukum | Tag | Meninggalkan komentar