Mari Shalat Berjama’ah!

Disebutkan dalam sebuah riwayat,Ibnu Mas’ud pernah mengatakan: ”Barang siapa yang ingin berjumpa dengan Allah kelak di akhirat sebagai seorang muslim maka hendaklah dia menjaga sholat-sholat wajib itu dengan menghadirinya ketika adzan dikumandangkan…Sungguh,aku teringat,dahulu jika ada orang yang sengaja meninggalkan sholat jama’ah,dia pasti orang munafiq yang diketahui  dengan jelas kemunafikannya.Dulu pernah ada seorang sahabat yang dibawa kemasjid dengan dipapah oleh dua orang,kemudian  ditempatkan di shaf.”(HR.Muslim).

Masyaa Allah,sehebat itukah status sholat berjama’ah dimata para sahabat.Unsur benefit (kemanfaatan)pada shalat berjama’ah telah memotivasi mereka untuk hadir,walaupun harus dipapah menuju masjid.Sementara kebiasaan sholat  berjama’ah telah menyatu dengan kehidupan beragam,menyebabkanorang yang tidak menghadirinya layak untuk dicap sebagai orang munafiq.

Disini,kita tidak sedang membahas keutamaan sholat berjamaah.Karena saya sangat yakin,setiap muslim sadar,sholat berjama’ah memiliki keutamaan yang lebih besar daripada sholat sendiri.Yang lebih penting adalah bagaimana anda memiliki motivasi untuk sholat berjamaah,sehingga anda bisa meneladani semangat sahabat dalam menghadiri sholat berjama’ah.

Dikesempatan ini,kita akan mengupas beberapa aturan penting tentang sholat berjama’ah yang kurang diperhatikan dalam masyarakat :

   Whudu di rumah.

Terdapat banyak dalil yang menunjukkan anjuran ini.Diantaranya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang bersuci dirumahnya  kemudian menuju salah satu rumah Allah (Masjid) untuk menunaikan kewajiban Allah…”(HR.Muslim).

Juga dari abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Apabila kalian berwudhu dirumah kemudian mendatangi masjid maka dia telah mendapatkan pahala sholat sampai pulang..”(HR.Ibnu Khuzaimah dan Hakim).

Dan masih banyak dalil lain yang menunjukkan di anjurkannya berwudhu sebelum anda berangkat ke masjid.Sungguh fenomena yang sangat memprihatinkan ,ketika sejumlah orang harus berjajar mengantri di tempat wudhu pada saat jum’atan,sementara khatib sudah menyelesaikan paruh khutbahnya.Seharusnya  mereka bisa mendapatkan keutamaan datang awal jum’atan .Namun,karena kurang perhatian dengan sunnah ini,mereka harus menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan awal khutbah.

Hindari Bau Tak Sedap.

Dari Ja’bir bin Abdlillah radhiyallahu ‘anhu,Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Siapa yang makan bawang merah atau bawang putih,hendaknya dia menjauhi masjid kami.Karena malaikat terganggu dengan bau yang mengganggu manusia.”(HR.Bukhari-Muslim).

Hadits ini menuntut anda untuk persiapan sebelum berangkat ke masjid.Memastikan bahwa mulut anda tidak bau,disamping anggota badan yang lain.

Tidak hanya pengaruh makan bawang,tapi  mencakup semua makanan dan minuman yang menimbulkan bau wajib untuk dihindari ketika ke masjid.Mohon maaf,termasuk diantaranya rokok.

Berdo’a ketika masuk masjid,terlindungi dari godaan syaitan.

Ada satu doa ketika masuk ke masjid,yang layak untuk anda hafal dan rutinkan,karena keutamaannya sangat besar:

  A-udzu billahil ‘adziim wa bi wajhihil kariim wa sul-thaanihil qadiim minassyaithaanir rajiim (Aku berlindung kepada Allah yang maha agung,dengan wajahNya yang qadiim dari syaitan yang terkutuk).

Dinyatakan dalam sebuah hadits,orang yang masuk masjid dan membaca doa diatas maka syaitan berkata: Dia dilindungi dari godaanku sepanjang hari.(HR.Abu Dawud).

Jangan duduk sebelum shalat dua rakaat.

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu,Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:”Apabila kalian masuk kedalam masjid,jangan duduk sampai dia shalat dua rakaat.”(HR.Bukhari-Muslim).

Anjuran ini berlaku umum,termasuk ketika jum’atan.Pada saat anda masuk masjid dan khatib sedang berkhutbah,jangan langsung duduk tapi shalatlah dua rakaat .Sebagaimana hadits Sulaik bin Hubdah yang masuk masjid ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berkhutbah kemudian dia langsung duduk.Nabi pun menyuruhnya untuk shalat tahiyatul masjid.(HR.Bukhari).

Hindari tasybik.

Tasybik adalah meletakkan jari tangan kanan disela-sela jaritangan kiri.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kalian wudhu dirumahnya kemudian menuju masjid maka dia di nilai sedang melaksanakan shalat sampai dia pulang.Karena itu janganlah dia melakukan seperti ini.” Beliau berisyarat dengan melakukan tasybik.(HR.Ibnu Khuzaimah dan Hakim).

Jika dikumandangkan iqamah,batalkan shalat sunnah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Apabila iqamah dikumandangkan maka tidak ada shalat selain shalat wajib.”(HR.Muslim).

Sebagian ulama memberikan batasan,keadaan shalat sunnah yang dianjurkan untuk dibatalkan adalah jika seorang itu menyelesaikannya maka dia tidak mendapatkan takbiratul ihram bersama imam.Dinukil dari Syaikh Abu Hamid salah satu ulama Syafi’iyah bahwa yang lebih utama,hendaknya seseorang memutus shalat sunnahnya,apabila menyelesaikannya bisa menyebabkan ketinggalan takbiratul ihram.(Fatawa Islam,Soal-Jawab,no33582).

Berusaha mendapatkan shaf terdepan.

Semakin dekat dengan imam,semakin besar pahala yang di dapatkan.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Andaikan manusia itu tahu pahala yang diberikan untuk adzan dan menempati shaf pertama,sementara tidak mungkin mendapatkannya kecuali harus dengan undian,niscaya mereka akan rela melakukan undian.”(HR.Bukhari-Muslim).

Satu hal yang telah menjadi tabiat manusia,mereka tidak mungkin bersedia untuk melakukan undian,kecuali jika ada hadiah yang besar.Untuk memperebutkan sesuatu yang murah mereka tidak mungkin melakukan undian.Karena itu hadits ini menunjukkan besarnya pahala shaf pertama.

Pada hadits diatas,syariat menuntun kita untuk rebutan dalam urusan akhirat.Terkait hal ini,ulama membuat kaidah:”Medahulukan orang lain dalam urusan dunia dianjurkan, dan mendahulukan orang lain dalam urusan akhirat dimakruhkan.”

Berebut untuk mendapatkan keutamaan dan pahala yang besar sangat dianjurkan.Namun sayang,banyak kaum muslimin yang justru bersikap sebaliknya.Sering kita jumpai orang lebih semangat mempersilahkan orang lain agar menempati shaf di depannya,dan rebutan untuk berada di haf belakang.

Sambung shaf dan tutup celah shaf.

Sebelum shalat di mulai,umumnya imam mengingatkan agar makmum meluruskan dan merapatkan shaf.Karena itu bagian penting dalam shalat berjama’ah.Untuk memotivasi hal ini,Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan keutamaan besar bagi orang yang menyambung shaf.Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha,Nabi shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:”Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya memberi shalawat kepada orang yang menyambung shaf.Siapa yang menutup satu celah shaf maka Allah akan mengangkatnya satu derajat.”(?HR.Ibnu Majah) .

Karena itu anda tidak perlu canggung untuk bergeser ke kanan,ke kiri,atau maju di tengah untuk melakukan shalat,ketika ada celah di sekeliling anda.Ketika orang di depan anda membatalkan shalat,jangan biarkan kesempatan ini,langsung maju dan tutup celah shaf.Gerakan ini  100% tidak membatalkan shalat anda.Karena gerakan anda telah dilegalkan oleh hadits di atas.

Mendapatkan doa malaikat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Seorang hamba selalu dinilai tengah melaksanakan shalat selama berada ditempat shalatnya dalam rangka menunggu shalat berjamaah.Malaikat mendoakannya dengan mengucapkan: Allahummagh-fir lahuu, Allahummar-hamhu (Ya Allah,ampunilah dia dan berilah rahmat kepadanya).Sampai dia pergi atau buang angin.”(HR.Bukhari-Muslim).

Hadits tersebut menyebutkan dua keutamaan:  anda senantiasa dinilai tengah melaksanakan shalat,meskipun anda sedang duduk-duduk,dan anda mendapatkan doa dari malaikat.Keutamaan ini berlaku baik sebelum shalat wajib maupun sesudah shalat,selama anda masih berada di masjid.Ibnu Batthal mengatakan: “Siapa yang merasa banyak dosa dan dia ingin Allah menghapus dosanya tanpa harus melakukan kerja yang melelahkan ,hendaknya dia manfaatkan kesempatan dengan memperlama duduk ditempat shalatnya setelah melaksanakan shalat wajib,agar mendapatkan banyak doa dan permohonan ampun dari malaikat,sehingga berpeluang untuk di kabulkannya.”

Shalat sunnah sebaiknya dilakukan dirumah.

Berikan jatah shalat sunnah dirumah anda.Termasuk diantaranya adalah shalat sunnah rawatib.Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu,Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,bersabda:  “Sesungguhnya shalat yang paling utama adalah shalat yang yang di lakukan seseorang di rumahnya,kecuali shalat wajib.”(HR.Bukhari).

Perbanyak dzikir ketika pulang.

Banyak dzikir ketika di masjid,itu satu hal yang lumrah.Karena situasinya sangat mendukung untuk ibadah.Namun tetap rajin berdzikir ketika keluar dari masjid,itulah yang istimewa.Karena ini tanda bahwa tetap menjaga istiqamah dalam beribadah kepada Allah.Itulah yang Allah wasiatkan,apabila seseorang selesai shalat untuk tetap rajin berdzikir,apapun keadaannya.Sebagaimana dalam firman-Nya,yang artinya: “Apabila kalian selesai shalat,berdzikirlah kepada Allah sambil berdiri,duduk,dan berbaring…”(QS.An-Nisaa’ : 103). Allahu a’lam.[Ammi Nur Baits].

Sumber:Bulletin islam  Al-Balagh, menebar Dakwah merespon realita, edisi 32 thn VII Sya’ban 1433H  (info@wimakassar.org)


Iklan
Pos ini dipublikasikan di Shalat, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s